Berburu Patung Megalitik di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah

0
1468
Foto : benhil.net

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Jika anda tertarik dengan sesuatu yang berbau hal-hal megalitik, maka Taman Nasional Lore Lindu adalah tempat yang tepat. Taman Nasional Lore Lindu adalah Taman Nasional yang terletak di Sulawesi Tengah. Kawasan ini memiliki beberapa tipe ekosistem hutan yang berbeda-beda,  diantaranya adalah, ekosistem hutan pamah tropika dengan curah hujan tinggi, ekosistem hutan pegunungan bawah, ekosistem hutan pegunungan, dan ekosistem-ekosistem dengan komposisi jenis yang berbeda. Dengan luas mencapai 231.000 hektar, tak hanya memiliki berbagai jenis flora dan fauna, tetapi juga memiliki berbagai situs zaman purba megalitik.

Taman Nasional Lore Lindu itu sendiri mendapat predikat sebagai tempat dengan monumen-monumen Megalitik terbaik di Indonesia. Ada sekitar 431 situs megalitik yang dapat kita temui disini. Beberapa jenis monumen megalitik yang ada di Taman Nasional Lore Lindu, yaitu berupa patung batu manusia, jambangan besar (kalamba), piringan (tutu’na), batu-batu cembung (batu dakon), mortir batu, dan tiang penyangga rumah yang berbeda-beda bentuknya. Berbagai studi tentang megalitik yang pernah dilakukan mengatakan bahwa situs-situs megalitik yang ada di Taman Nasional Lore Lindu berasal dari zaman 1300 SM. Megalitik tertinggi yang hingga kini masih berdiri mencapai 4 meter, tetapi kebanyakan mempunyai tinggi sekitar 1,5 – 2,5 meter.

Selain memiliki situs megalitik terbaik di Indonesia, Taman Nasional Lore Lindu juga menjadi salah satu Taman Nasional terbaik untuk mengamati berbagai jenis burung. Taman Nasional yang dinobatkan sebagai cagar biosfir atau paru-paru dunia oleh UNESCO ini memiliki sekitar 227 jenis burung yang 77 diantaranya hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu. Burung yang ditemukan di kawasan ini bervariasi, mulai berukuran kecil seperti burung cabe panggul-kelabu (Dicaeum celebicum) yang ukuran tubuhnya 9 cm, sampai berukuran sangat besar seperti julang sulawesi (Rhyticeros cassidix) dengan panjang tubuhnya sekitar 104 cm.

Tak hanya situs megalitik dan berbagai jenis burung saja yang menjadi daya tarik kawasan taman nasional ini, ada beberapa objek wisata alam yang wajib dikunjungi ketika berada disini. Disini terdapat Danau Lindu yang merupakan tempat terbaik untuk mengamati burung dan memancing,  air terjun Kamarora, dan pemandian air panas di Kadidia.

Aktifitas-aktifitas yang dapat dilakukan di Taman Nasional Lore Lindu, selain mengamati situs megalitik dan berbagai jenis burung yang ada di Taman Nasional Lore Lindu, ada banyak aktifitas lain yang dapat dilakukan disini, diantaranya jungle tracking, foro hunting, camping, hiking, memancing, dan bermain di air terjun.

Untuk akses menuju Taman Nasional Lore Lindu itu sendiri dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat melalui rute Palu-Kamarora (50 km) dengan waktu tempuh 2,5 jam, Palu-Wuasa (100 km) lima jam dan Wuasa-Besoa (50 km) empat jam dan Palu- Kulawi (80 km) sekitar enam jam . Bagi anda ynag berasal dari luar kota Palu, anda bisa mengambil penerbangan domestik dari Manado atau Makasar.

Tinggalkan Komentar