Profil Susi Susanti, Legenda Bulu Tangkis Dunia

0
71
Foto: historia.id

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Lucia Fransisca Susi Susanti atau yang kita kenal dengan nama Susi Susanti merupakan atlet buku tangkis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan dunia. Wanita yang lahir di Tasikmalaya ini menggemari olahraga bulu tangkis sejak dia masih kecil. Lalu, bagaimana profil lengkap mengenai pebulu tangkis legenda ini?

Biografi Susi Susanti

Susi Susanti
Foto: sports.okezone.com

Susi Susanti lahir pada tanggal 11 Februari 1971 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Wanita berzodiak Aquarius ini menikah dengan Alan Budikusuma dan mempunyai tiga orang anak, yakni Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

Susi menyukai olahraga bulu tangkis sejak dia masih kecil. Orang tuanya pun mendukung penuh terhadap hobinya tersebut. Lalu, Susi memulai karier bulu tangkisnya di klub pamannya, PB Tunas Tasikmalaya.

Setelah berlatih selama 7 tahun, dia berhasil memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior. Saat dia menginjak kelas 2 SMP, tepatnya pada tahun 1985, dia pindah ke Jakarta untuk lebih serius dalam menekuni dunia bulu tangkis.

Di Jakarta, Susi tinggal di asrama sekolah yang dikhususkan untuk atlet. Pergaulan Susi terbatas hanya dengan sesama atlet. Selain itu, jadwal latihannya pun juga padat. Enam hari dalam seminggu, hari senin sampai hari sabtu, dia terus berlatih. Tepatnya mulai dari jam 07.00 hingga jam 11.00, lalu dilanjutkan dari pukul 15.00 sampai pukul 19.00.

Bahkan, peraturan di asrama terkait makan, jam tidur, hingga pakaian juga sangat ketat. Seperti peraturan tentang makan, jam tidur, hingga pakaian. Dia tidak diperbolehkan menggunakan sepatu hak tinggi agar terhindar dari kemungkinan cedera kaki. Pada hari minggu, Susi lebih memilih untuk tidur dan beristirahat karena lelah daripada pergi jalan-jalan.
Susi dikenal sebagai atlet bulu tangkis yang tenang dan tanpa emosi saat bertanding, walaupun dia sudah tertinggal jauh dari lawannya. Semangatnya yang selalu pantang menyerah membuat pendukungnya selalu yakin bahwa dia akan menang.

Baca Juga:  Tex Saverio, a Wild Indonesian Designer

Karier Susi Susanti

Susi Susanti
Foto: faimformasi.blogspot.com

Di awal kariernya pada tahun 1989, Susi telah berhasil menjadi juara di Indonesia Open. Tidak hanya itu, berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi juga berhasil menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya. Setelah itu, dia mulai menguasai kompetisi bulu tangkis wanita dunia dengan menjuarai pertandingan All England sebanyak empat kali, yakni pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994. Selain itu, dia juga berhasil menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.

Puncak karier Susi terjadi pada tahun 1992 saat dia menjadi juara tunggal putri pada cabang bulu tangkis di Olimpiade Barcelona. Di ajang tersebut, Susi menjadi peraih emas pertama untuk Indonesia.

Uniknya lagi, Alan Budi kusuma yang saat itu menjadi pacar Susi juga berhasil menjadi juara di tunggal putra. Tidak heran, media asing menjuluki mereka berdua sebagai “Pengantin Olimpiade”. Julukan tersebut menjadi kenyataan saat Susi Susanti dan Alan Budi kusuma menikah pada 9 Februari 1997.

Setelah itu, Susi kembali berhasil meraih medali perunggu saat dia mengikuti Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Tidak hanya itu, dia juga menorehkan prestasi dengan meraih Piala Uber pada tahun 1994 dan tahun 1996 bersama dengan tim Uber Indonesia. Bahkan, dia juga berhasil meraih gelar seri Grand Prix di sepanjang kariernya.

Susi Susanti Pensiun

Susi Susanti
Foto: republika.co.id

Susi pensiun di umur 26 tahun, tepatnya setelah dia menikah dengan Alan. Susi dan Alan memulai kehidupan mereka dari nol lagi, karena saat itu pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan para mantan atlet. Dia juga mengaku jika dia tidak akan mengizinkan ketiga anaknya untuk menggeluti dunia bulu tangkis ataupun cabang olahraga lain karena nasib beberapa mantan atlet diabaikan oleh pemerintah.

Baca Juga:  Fakta Mengenai Kayu Bajakah, Tanaman Belantara Hutan Penyembuh Kanker

Kemudian, Susi pun membuka usaha sendiri. Dia membuka sebuah toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas dan menjual berbagai mavcam pakaian asal Cina, Korea, dan Hongkong, serta sebagian produk lokal. Usaha tersebut dia jalankan sambil melaksanakan tugas utamanya sebagai ibu dari ketiga orang anaknya, yakni Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

Tidak hanya itu, Susi juga mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading yang merupakan sebuah gedung pusat pelatihan bulu tangkis. Alan dan Susi juga membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology), tepatnya pada pertengahan tahun 2002.
Kini, sepasang suami istri mantan atlet pebulu tangkis tersebut menjalani hari-harinya bersama ketiga buah hatinya di Komplek Gading Kirana, Jakarta Utara. Mereka juga masih rutin dalam bermain bulutangkis hingga saat ini, untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Prestasi dan Penghargaan yang Diraih Susi Susanti

Berikut berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh legenda bulu tangkis wanita ini.
Prestasi
Tunggal Putri:
Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995
Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989
Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997
Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996
Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997
Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997
Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995
Juara Korea Open 1995
Juara Dutch Open 19931994
Juara German Open 1992, 1993 1994
Juara Denmark Open 1991 dan 1992
Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994
Juara Swedish Open 1991 1992
Juara Vietnam Open 1997
Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
Juara SEA Games 1987,1989, 1991,1993 dan 1995
Juara PON 1993
Juara World Championship junior 5 kali 1985(di nomor tunggal, ganda putri, dan ganda campuran) serta 1987(tunggal dan ganda putri)

Beregu Putri
Juara Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)Finalis Piala Sudirman 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
Finalis Piala Uber 1998 (Tim Indonesia)
Finalis Asian Games 1990, 1994 (Tim Indonesia)
Semifinalis Piala Uber 1988, 1990, 1992 (Tim Indonesia)
Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
Juara PON 1993 (Tim Jawa Barat)

Baca Juga:  Hebat! Mahasiswi Indonesia Juara Tenis di Chicago State
Penghargaan
Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama, 1992
The Badminton Hall of Fame 2004

Tinggalkan Komentar