Sedekah Bumi, Yang Tak Bisa Hilang Dari Budaya Jawa

0
3969

Untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang ada bisa ditunjukan dengan berbagai cara. Bagi masyarakat Jawa yang masih sangat kental dengan tradisi dan budayanya, mereka juga memiliki cara tersendiri atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. Salah satunya adalah dengan menggelar tradisi sedekah bumi.

Sedekah bumi adalah ritual tradisional masyarakat jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun sejak jaman dahulu. Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat jawa yang berprofesi sebagai petani yang menggantunggkan hidupnya dan keluarganya dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi untuk mencari rizqi.

 Tradisi  sedekah bumi tak hanya menjadi ritual saja, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jawa. Hingga banyak yang beranggapan jika sedekah bumi tidak bisa diisahkan dari budaya jawa . Ritual sedekah bumi juga merupakan salah satu cara dan sebagai simbol penghormatan manusia terhadap tanah yang menjadi sumber kehidupan.

Pada pelaksanaannya, tak banyak kegiatan yang dilakukan. Hanya saja, saat acara berlangsung, seluruh masyarakat merayakannya. Bahkan hal ini bisa menjadi caya tarik wisata. Biasanya masyarakat berkumpul di salah satu rumah sesepuh atau tempat yang telah disepakati untuk menggelar ritual tersebut, tentu saja tak lupa dengan tumpengnya.

Kemudian tumpeng tersebut ke balai desa untuk di doakan oleh sesepuh adat. Setelah di doakan,  kembali diserahkan kepada masyarakat yang membuatnya. Nasi tumpeng yang sudah di doakan oleh sesepuh adat setempat kemudian di makan beramai-ramai untuk merayakan acara sedekah bumi itu. Namun, ada juga sebagian masyarakat yang membawa nasi tumpeng tersebut yang membawanya pulang untuk dimakan beserta sanak keluarganya di rumah masing-masing. Nasi tumpeng sendiri, merupakan syarat yang wajib ada pada ritual sedekah bumi.

 Makanan yanag ada pada tumpeng saat tradisi ritual sedekah bumi adalah nasi tumpeng dan ayam panggang. Sedangkan yang lainnya seperti minuman, buah-buahan dan lauk-pauk hanya bersifat tambahan saja. Di akhir acara, para petani biasanya menyisakan sebagian makanan itu dan diletakkan di sudut-sudut petak sawahnya masing-masing.

Puncak ritual sedekah bumi di akhiri dengan melantunkan doa bersama-sama oleh masyarakat setempat dengan dipimpin oleh sesepuh adat. Ada yang sangat menarik dalam lantunan doa yang ada dilanjutkan dalam ritual tersebut. Yang menarik dalam lantunan doa tersebut adalah kolaborasi antara lantunan kalimat kalimat Jawa dan dipadukan dengan doa yang bernuansa Islami.

Tinggalkan Komentar