Biografi Tri Rismaharani, Walikota Terbaik Ketiga Sedunia

0
77
Tri Rismaharani
Foto: https://jurnalx.com/

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Tri Rismaharani merupakan sosok walikota yang menjadi perbincangan hangat di media karena gebrakannya dalam memimpin Kota Surabaya. Selain itu, dia juga menjadi walikota terbaik di Indonesia dan di dunia. Di bawah kepemimpinannya, Kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan teratur.

Tri Rismaharani atau yang akrab disapa Risma bahkan dinobatkan menjadi walikota terbaik ketiga sedunia oleh World Mayor, sebuah organisasi nonprofit yang bertaraf internasional. Tidak hanya itu, dia juga meraih berbagai penghargaan lain yang tidak kalah bergengsi. Hal tersebut karena kepemimpinannya yang tegas dan memiliki banyak program yang bagus. Berikut ulasan mengenai biografi walikota Surabaya ini.

Sekilas Mengenai Tri Rismaharani

Tri Rismaharani
Foto : fajar.co.id

Tri Rismaharani lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 20 November 1961. Dia menjabat sebagai Walikota Surabaya sejak tahun 2010 dan menjadi wanita pertama yang terpilih sebagai Walikota Surabaya. Risma merupakan lulusan arsitektur dan pascasarjana Managemen Pembangunan Kota dari Institut Teknologi Sepuluh November.

Dia diusung oleh Partai PDIP. Sebelum menjabat sebagai walikota, dia menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya.

Riwayat Pendidikan dan Karier

Risma menempuh pendidikan di SD Negeri Kediri, SMP Negeri 10 Surabaya, kemudian melanjutkan SMA-nya di SMU Negeri 5 Surabaya. Selanjutnya, dia melanjutkan pendidikan di S1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan melanjutkan S2 Manajemen Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh November.

Dia mulai menjabat menjadi Walikota Surabaya di tahun 2010. Semenjak dia menjabat, Kota Surabaya menjadi kota yang lebih tertata, lebih hijau, asri, dan bersih. Dia juga membangun berbagai taman kota seperti Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo.Taman tersebut mempunyai konsep all in one entertainment park.

Selain itu, banyak juga taman yang sudah dia bangun. Misalnya seperti taman buah Undaan, taman di Bundaran Dolog, dan taman di Bawean. Risma juga membangun jalur pedestrian dengan konsep modern.

Baca Juga:  Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Besar Indonesia Penulis Bumi Manusia

Ingin Mengundurkan Diri

Tri Rismaharini juga pernah akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Walikota Surabaya. Hal tersebut dikarenakan berbagai latar belakang seperti pelantikan wakil walikota yang tidak sesuai dengan prosedur, sampai masalah pembangunan tol.

Hampir sebagian warga Surabaya menolak rencana pengunduran diri tersebut, karena Risma dianggap sudah membawa banyak perubahan yang baik untuk Kota Surabaya. Isu pengunduran Risma akhirnya surut saat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, didampingi dengan Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, datang ke Surabaya dan memintanya untuk terus melanjutkan tugasnya sebagai Walikota Surabaya sampai masa jabatannya selesai di September 2015.

Risma pun kembali menjabat sebagai Walikota Surabaya, dengan begitu dia menjabat dua periode. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya pada tahun 1997-2000. Pada tahun 2001, dia menjabat sebagai Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang dan Kepala Cabang Dinas Pertamanan. Di tahun 2002, Risma menjabat sebagai Kepala Bagian Bina Bangunan. Di tahun 2005, dia menjabat sebagai Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan dan kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan hingga tahun 2010.

Menata Kota Surabaya

Tidak hanya berhasil menata Kota Surabaya menjadi lebih baik, Risma juga melakukan efisiensi dalam menggunakan anggaran. Bahkan, dua sudah membangun jalan baru sepanjang 375 km tanpa menggunakan anggaran dari APBN ataupun provinsi. Selain itu, dia juga berhasil menata kota menjadi lebih baik dengan memindahkan sejumlah kampung tanpa menimbulkan gejolak dari masyarakat. Termasuk menutup lokalisasi Gang Dolly beberapa tahun yang lalu.

Risma juga mencegah anggaran yang berlebihan dengan memberlakukan sistem serba elektronik, termasuk dalam urusan perizinan. Bahkan, pemberlakukan sistem elektronik ini juga berlanjut hingga ke sektor pendidikan dan urusan berobat ke rumah sakit atau Puskesmas.

Baca Juga:  Tri Risma Harini, Seorang Ibu Penakluk Kota Surabaya

Selain itu, Risma juga membangun SDM yang berkualitas. Lokalisasi Dolly yang dia tutup sarat akan kegiatan yang positif. Para pekerja yang dulu ada di lokalisasi diberi pekerjaan pengganti dan pelatihan untuk menambah keterampilan.

Prestasi Risma yang Diakui oleh Dunia

Tri Rismaharani
Foto: jatimnow.com

Berkat kepemimpinannya, Risma berhasil menyabet beragam prestasi yang diakui oleh dunia. Mulai dari Kota Terbaik Se-Asia Pasifik versi Citynet pada tahun 2012, dan Penghargaan Kota Berkelanjutan ASEN, Environtmentally Award 2012. Dia juga masuk ke nominasi 10 wanita paling inspiratif tahun 2013 versi Majalah Forbes.

Risma juga berhasil meraih 2 kategori penghargaan tingkat Asia Pasifik dalam ajang FutureGiv Award 2013, tepatnya data center melalui Data Center Pemerintah Kota Surabaya dan Data Inclusion melalui Broadband Learning Center (BLC).

Taman Bungkul yang dibangun oleh Risma juga mampu memperoleh penghargaan The Asian Townscape Award dari PBB pada tahun 2013. Pada Februari 2014, Risma mendapatkan penghargaan sebagai Mayor of the Month—walikota terbaik. Tidak hanya itu, Risma juga mendapatkan penghargaan Socrates Award kategori Future City dari EBA (European Business Assembly) pada bulan April 2014.

Tinggalkan Komentar