Mengenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Penyakit Psikosomatis

0
37
Foto: https://hellosehat.com

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Psikosomatis merupakan gangguan psikis yang dapat menyebabkan gangguan fisik. Di dalam dunia medis, penyakit ini disebabkan karena adanya pikiran negatif, atau masalah emosi seperti kecewa, stres, depresi, dan berbagai masalah lainnya. Penyakit ini pernah diderita oleh mendiang BJ Habibie, saat ditinggal wafat oleh istrinya, Ainun. Berikut ulasan mengenai definisi, gejala, penyebab, dan cara mengatasi penyakit psikosomatis yang patut Anda ketahui.

Apa Itu Psikosomatis?

Psikosomatis terdiri dari dua kata. Psyche yang berarti pikiran, dan soma yang berarti tubuh. Secara harfiah, psikosonatis didefinisikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Hal tersebut terjadi sedemikian rupa, sehingga fungsi fisiologis tubuh dipengaruhi oleh kondisi psikologis yang buruk. Sehingga, menyebabkan penyakit atau memperburuk penyakit yang sudah ada sebelunya di dalam diri seseorang.

Gejala Umum Psikosomatis

Cara Mengatasi Penyakit Psikosomatis
Foto: suara.com

Pada umumnya, psikosomatis diawali dengan masalah psikologis seperti takut, stres, depresi atau cemas. Berbagai faktor mental tersebut dapat memicu beragam gejala fisik seperti sakit perut atau nyeri ulu hati, sakit punggung belakang, sakit gigi, sakit kepala dan migrain, bernapas dengan cepat, jantung berdebar-debar, dan gemetar atau tremor, serta berkeringat.

Berbagai gejala fisik tersebut timbul karena adanya peningkatan aktivitas impuls atau rangsangan saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan epinefrin ke dalam pembuluh darah juga sering muncul saat kita merasa gelisah.

Selain itu, tekanna yang kuat juga bisa membuat seseorang mengalami kelelahan yang luar biasa. Hal tersebut akan mengakibatkannya sulit untuk berkonsentrasi, mudah mengantuk, dan pelupa.

Penyebab Psikosomatis

Penyebab penyakit psikosomatis sendiri tidak diketahui dengan pasti. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gangguan fisik terkait dengan tekanan mental disebabkan oleh hiperaktif impuls saraf yang dikirim dari otak ke bagian lain dari tubuh. Lalu, hal tersebut menyebabkan sekresi adrenalin ke dalam darah. Sehingga, dapat menyebabkan kecemasan. Hal tersebut bisa dipicu oleh berbagai penyebab.

Baca Juga:  Tips Tidur Berkualitas dengan Pilihan Bantal yang Tepat

1. Genetika

Beberapa studi menyatakan jika penyimpangan genetic yang aneh pada individu yang bisa berubah menjadi penyebab langsung penyakit psikosomatis ini.

2. Kondisi Biologis yang Tidak Teratur

Perubahan metabolisme glukosa, kadar asam amnio dalam serum, juga bisa menyebabkan penyakit psikosomatis.

3. Pengaruh Stress

Orang yang mengalami berbagai peristiwa yang membuat stres seperti trauma, pelecehan, sakit menahun, depresi, marah, rasa bersalah, ketakutan, rasa tidak aman, dan berbagai situasi sulit lainnya yang rentan terhadap gangguan psikosomatis.

4. Keadaan Keluarga

Keadaan keluarga juga bisa memicu gangguan psikosomatis. Tidak adanya orang tua, atau perilaku orang tua terhadap anak, dan tidak terciptanya hubungan yang baik di keluarga, juga merupakan asal mula dari gangguan psikosomatis.

Cara Mengatasi Penyakit Psikosomatis

Cara Mengatasi Penyakit Psikosomatis
Foto: liputan6.com

Pada dasarnya, gangguan psikosomatis merupakan rasa cemas dan depresi. Munculnya gangguan ini ditandai dengan gangguan pada sistem organ yang dipengaruhi oleh saraf otonom. Orang yang menderita psikosomatis akan menemukan bahwa rasa sakit yang diderita tidak terkait dengan penyakit tertentu.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena gangguan psikosomatis merupakan keluhan fisik yang didasari adanya proses psikologis yang berkaitan dengan mekanisme adaptasi stres di dalam otak. Terutama, di sistem aksis hipotalamus-pituitary adrenal, dan hipotalamus.

Setiap penyakit mempunyai cara pengobatannya sendiri. Berikut cara mengatasi penyakit psikosomatis yang umumnya dilakukan.

1. Pengobatan Psikoterapi

Hubungan antara kondisi psikologis dan penyakit fisik seseorang sangatlah erat kaitannya sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara keduanya. Maka dari itu, gangguan psikosomatis bisa diatasi dengan pengobatan psikoterapi.

2. Pengobatan Fisik

Pengobatan ini hanya dikhusukan pada faktor fisik yang berpengaruh pada munculnya suatu penyakit.

3. Pengobatan Psikofarmakoterapi

Walau pengobatan psikofarma lebih intensif dalam mengatasi gangguan psikosomatik dibandingkan dengan obat lokal lainnya, akan tetapi pengobatan ini biasanya tidak mempengaruhi faktor etiologisnya.

Baca Juga:  Manfaat Si Buah Berambut, Rambutan

Golongan obat psikofarmaka yang banyak digunakan adalah antidepresan, obat tidur, dan obat penenang. Namun, perlu Anda ketahui, penggunaan ini memerlukan pengawasan ketat karena dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan mental dan fisik.Jika Anda mengalami berbagai gejala psikosomatis seperti yang telah diuraikan di atas, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Anda tidak perlu khawatir, gangguan psikosomatis merupakan penyakit yang dapat sembuh saat kondisi jiwa Anda sudah membaik.

Tinggalkan Komentar