Cerita Cinta Pernikahan Agung GKR Hayu dan KPH Notonegoro

0
503

Setiap wanita pasti menginginkan pernikahan yang menjadi salah satu momen terindah dalam kisah cinta mereka, tak terkecuali dengan putri Sultan Hamengkubowono X, Kraton Yogyakarta. Setelah menanti hari indah ini selama 10 tahun, akhirnya sang mempelai putri, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, putri ke-4 dari Sultan Hamengkubowono X, menyelenggarakan pernikahan pada tangal 21-23 Oktober 2013, dengan sang pujaan hati, Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro, yang sekaligus menjadi pernikahan agung terakhir dari putri Sri Sultan Hamengkubowono X.
Pertemuan keduanya terbilang cukup unik. Keduanya dipertemukan oleh group chatting MIRC sekolah mereka, SMA N 3 Yogyakarta. Saat itu GKR Hayu baru saja pindah ke Singapura setelah setahun bersekolah di SMA N 3 Yogyakarta. Ia pun intens berkomunikasi dengan teman-temannya melalui IMRC dan KPH Noto adalah salah satu moderatornya. Sejak saat itu, ia mulai kenal dengan KPH Noto dan akhirnya komunikasi mereka semakin dekat.
Setelah hubungan keduanya semakin dekat, tak disangka-sangka ternyata GKR Hemas (ibunda GKR Hayu) dan ibunda KPH Noto adalah teman dekat sejak SD sampai dengan SMA. Terlebih ketika GKR Hayu melanjutkan sekolahnya ke Amerika, GKR Hemas pun menitipkan anaknya kepada KPH Noto, yang kebetulan sedang melanjutkan studi S2 di Amerika.
wedding2
Hingga pada akhirnya, musim panas tahun 2003 di Amerika, KPH Noto mengungkapkan perasaannya kepada GKR Hayu. Sejak itulah keduanya resmi menjadi sepasang kekasih. Saat itu, GKR Hayu sedang menjalani pendidikan di Jurusan Ilmu Komputer Steven Institute of Technology, AS. Sedangkan KPH Noto melanjutkan pendidikan pascasarjana (S-2) di Jurusan International Development School of Economic Sciences, Washington State University, AS.
Bagi GKR Hayu, sosok seorang KPH Noto adalah pria idamannya, ia seorang pria yang ramah, pintar, ramah, pintar nyanyi, dan memainkan instrumen alat musik. Sedangkan bagi KPH Noto, GKR Hayu adalah wanita yang berani, mandiri dan sangat cerdas.
Namun keduanya harus rela untuk menjalani ‘long distance relationship’ karena GKR Hayu harus melanjutkan studinya ke Inggris. Beruntung ada teknologi yang mendekatkan keduanya. Keduanya saling mempererat hubungan melalui telepon dan chatting. Hubungan jarak jauh mereka berlangsung hingga 10 tahun, yang akhirnya di akhiri dengan happy ending. Juni 2013, sang putri resmi dilamar oleh kekasih hatinya. Selamat menempuh hidup baru GKR Hayu dan KPH Notonegoro. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: kompasiana.com; vemale.com)

Tinggalkan Komentar