Agung Pambudi, Pencipta Aplikasi HalalMinds yang diburu Di Jepang

0
32

Bagi anda yang akan atau pernah tinggal di Jepang pastinya kadang merasa khawatir dengan makanan yang ada disana. Jepang yang notabenenya bukan merupakan negara muslim memang tidak bisa disalahkan dengan tidak adanya label produk halal bagi makanan yang beredar. Karena itu kebanyakan kaum muslim sering merasa khawatir dengan kandungan babi atau sake yang diharamkan bagi kaum muslim. Namun kini anda tidak perlu khawatir lagi.

Akhir-akhir ini ada sebuah aplikasi smartphone yang bisa memecahkan permasalah produk halal. HalalMinds meruapak sebuah aplikasi yang bisa mendeteksi produk halal hanya dengan fitur scanner barcode. Pengguna tinggal memindai barcode produk, secara otomatis scan langsung melacak database dari sekitar 500.000 item untuk menentukan apakah produk tersebut sarat bahan halal atau tidak. Praktis hal ini menyita para pemerhati teknologi di Jepang. Aplikasi ini diprediksi memiliki prospek bisnis yang baik karena mampu memecahkan persoalan serius yang banyak dialami Muslim di dunia.

Namun siapa sangka kalau pembuat aplikasi yang sangat dibutuhkan kaum muslim di Jepang ini adalah seorang mahasiswa S3 Kyushu University yang berasal dari Indonesia. Agung Pambudi, begitulah ia kerap dipanggil namanya. Alumni Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil menciptakan aplikasi pemburu produk halal bernama HalalMinds meski ia bukan dari jurusan teknologi informasi.

Agung sebetulnya bukan dari jurusan teknologi informasi. Riset S3-nya bahkan tentang “Energi dan Analisis Exergy dari Pembangkit Listrik Panas Bumi”. Namun berangkat dari kegelisahannya mengenai unsur daging babi dan sake yang ada di hampir semua produk di Jepang mendorongnya menciptakan aplikasi halal ini. HalalMinds kini tersedia untuk sistem operasi Android sejak 3 April dan iOS iPhone sejak 28 April.

Aplikasi ini akan membantu mahasiswa dan masyarakat muslim secara umum yang tinggal di Jepang bahkan di negara lain untuk mencari produk halal yang sesuai dengan aturan Islam. Dari data yang dihimpun HalalMinds, 150.000 muslim tersebar di Jepang dan lebih dari 1 juta muslim menjadi turis di Negeri Matahari Terbit. Pengunjung muslim datang dari Malaysia, Indonesia, dan Timur Tengah.

Tak hanya produk halal, layanan buatan Agung ini pun menawarkan informasi restoran halal, kompas kiblat, dan ayat-ayat Al-Qur’an. Meski baru tersedia dalam bahasa Inggris, hingga bulan lalu sudah lebih dari 1.100 yang mengunduh aplikasi tersebut sejak aplikasi tersebut diluncurkan.

Dalam merancang aplikasi HalalMinds, Agung tidak sendirian, ia dibantu dua koleganya, Dai Ishiro dan Hironori Goto. Agung dan Dai Ishiro sama-sama merupakan almamater dari Kyushu University. Mereka berdua bertemu pada event Startup Weekend, forum kongkow para wirusahawan dalam bidang teknologi informasi. Dari pertemuan-pertemuan selanjutnya, mereka pun menjadi akrab. Agung kemudian menceritakan ide membuat aplikasi halal yang akhirnya dikembangkan bersama hingga saat ini. Dari pertemuan intens dan kesamaan visi itu, HalalMinds terbentuk melalui bendera Kyushu Lab.

Untuk mengembangkan aplikasi HalalMindsnya, Agung mendapat dukungan dari Hironori Goto, warga Jepang yang pernah bekerja di bekerja di Panasonic Communication Co. Ltd. Goto memiliki pengalaman panjang di bidang TI karena lebih dari 20 tahun ia bertanggung jawab dalam pengembangan desain, rencana produk untuk perangkat keras, lunak, servis jaringan, dan proyek bisnis baru. (hikari/ensiklopediaindonesia.com) 

HalalMinds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here