Curug Malela, Niagara Mini Punya Indonesia

0
40

Anda yang suka akan tantangan dan berjiwa petualang sudahkah mencoba melintasi medan yang lumayan sulit di bagian Bandung Barat, tepatnya di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, kalau dari Cimahi lewat jalur ke Cililin kira-kira butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan melewati jalan tanah berbatu yang jauh dari pemukiman warga, pastikan untuk datang saat tidak musim hujan karena jalan yang harus anda lewati akan berlumpur dan becek, sehingga butuh waktu ekstra lagi untuk bisa mencapai lokasi. Bila anda datang dengan menaikki kendaraan umum, anda bisa naik ojek ke arah Curug Malela, namun sesuai dengan medan yang ditempuh, tarifnya pun tidak murah, setelah menempuh 12 km menuju Desa Cicadas, masih ada 3 km lagi dengan menyusuri hutan dan sawah serta jalan setapak kecil hingga akhirnya Little Niagara ini ketemu.

Detail perjalanan mencapai Curug Malela yang memang tersembunyi ini lokasinya dimulai dari kota Cimahi (lebih baik jika anda membawa sepeda gunung bila enggan menyewa jasatransportasi ojek), melewati Cimahi lanjutkan rute ke daerah Batujajar kemudian ke kota Kecamatan Cihampelas sampai ke Cililin, umumnya anda akan menemui jalan berkelok yang mulus. Memasuki Kecamatan Cililin anda akan menemui banyak warung yang menjual oleh-oleh khas Cililin, setelah melewati Cililin anda akan bertemu kota Kecamatan Sindangkerta, Gunung Halu, kemudian Rongga, selama perjalan tidak ada salahnya menyiapkan kamera anda, banyak objek menarik yang bisa anda abadikan dengan kamera anda.

p7170182

Dari kota Kecamatan Rongga, kira-kira masih 15 km lagi dari lokasi curug, bila anda hobi bersepeda, ini adalah rute awal anda untuk mulai melanjutkan perjalanan dengan sepeda, siapkan skill anda untuk melewati jalanan berbatu, tanjakan curam serta lumpur (bila musim hujan), anda harus ekstra hati-hati karena perjalanan akan semakin berat di musim hujan, ditambah anda harus melewati tebing dan bekas longsoran, jangan ragu rajin bertanya kepada penduduk setempat berkenaan tidak adanya plang penunjuk jalan untuk menemukan lokasi Curug. Sekitar 40 menit kemudian anda akan melihat putihnya aliran Little Niagara ini dari kejauhan, untuk sampai disana anda masih harus menempuh jalanan yang terjal hingga kemudian anda bertemu jalan setapak untuk melanjutkan petualangan anda dengan berjalan kaki untuk akhirnya sampai di lokasi Curug Malela.

Baca Juga:  Liburan Eksklusif di Pulau Umang, Banten

Kelelahan perjalanan anda akan terbayar dengan suguhan pemandangan alam yang menakjubkan dibalik perbukitan dengan bebatuan berukuran besar, disanalah Curug Malela berada. Curug yang dalam Bahasa Indonesia yaitu air terjun ini sekilas tampak seperti mini Niagara. Alam sekitarnya masih alami juga asri dikelilingi pepohonan hijau yang rindang tak heran bila udaranya pun sejuk menyegarkan, ditambah melihat kucuran air dari curug, rasanya ingin berenang lebih dari sekedar bermain-main kecil dengan air,

curug-malela-3

namun anda harus ekstra hati-hati jangan berenang terlalu dekat dibawah aliran air terjun, baiknya anda memilih berenang di bagian lain yang keadaa airnya lebih tenang. Curug Malela dihiasi dengan keberadaan bebatuan yang berundak, dengan ketinggian sekitar 65 m dengan lebar 50 m airnya mengucur deras, bila musim hujan tiba air sungai memang terlihat lebih  keruh, namun meski debit airnya sedikit ketika di musim kemarau, tetap relatif lebih aman jika anda berkunjung saat musim kemarau, karena bila musim penghujan kemungkinan Curug hanya bisa dilihat dari atas bukit saja, terlalu berbahaya bila anda turun ke kawasan sungainya.

20110109_CS_Curug_Malela_Trip_1149-e1295282827476

Di kawasan sungai ini terdapat 7 air terjun dan Curug Malela merupakan air terjun yang posisinya paling atas, untuk mencapai air terjun lain jaraknya hanya 2 meter saja masing-masing. Memang ini menjadi PR bagi pemda setempat soal akses yang memadai bagi para wisatawan, tidak ada penginapan terdekat ataupun informasi wisata, anda harus rajin-rajin bertanya meminta petunjuk perjalanan kepada penduduk setempat, ditambah tidak tersedianya penjual makanan atau minuman jadi mengharuskan anda membawa persediaan makan minum / bekal sendiri, jangan lupa bawa kembali pulang sampah anda ya. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: proleevo.wordpress.com; fotografer.net; dthendarwan.wordpress.com)

Tinggalkan Komentar