Tenun Cula, Cinderamata khas Bangka Belitung

0
164

Jika kita sedang berkunjung ke suatu daerah, rasanya kurang lengkap kalau tidak membeli souvenir khas daerah tersebut. Bicara tentang souvenir khas, Bangka Belitung memiliki kain Tenun Cual yang sangat cocok menjadi oleh-oleh jika kita berkunjung ke daerah yang terkenal dengan pantainya yang cantik tersebut.
cual3
Kain tenun cual sudah ada sejak abad ke 16. Sama seperti kain songket pada umumnya, kain tenun cual memiliki warna-warna yang ceria yang khas seperti kain tenun melayu pada umumnya. Perbedaan yang terlihat dari kain tenun cual dengan kain tenun lainnya yaitu dari segi motif dan keluwesan kainnya, kain tenun cual dikenal lebih luwes dan memiliki motif flora dan fauna. Kain tenun cual juga merupakan perpaduan teknik sungkit dan teknik ikat yang terfokus pada motifnya. Teknik sungkit itu sendiri teknik yang berasal dari Cina, dan akhirnya menyebar ke beberapa titik di Asia, termasuk Indonesia.
Seperti jenis kain batik atau kain songket lainnya, motif-motif yang ada di kain tenun cual juga memiliki arti filososfisnya tersendiri. Tingkat kehalusan tenunan, kerumitan motif, dan paduan warna yang menarik menggambarkan perjalanan relijius penenunnya.
cual2
Penenunan kain cual yang membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 1 minggu hingga 3 bulan ini yang menjadikan harga tenun cual cukup tinggi, sekitar 1.3 juta -19 juta. Namun kini, tenun cual mulai diproduksi secara massal, sehingga harganya lebih terjangkau.
Dengan keindahan dan filosofis yang terkandung dalam kain tenun cual, maka kain khas Bangka belitung ini patut dilestarikan. Bahkan, orang-orang tua di Bangka menyebut kain tenun ini sebagai Pusake Lame yang harus dilestarikan. (Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: travel.detik.com; portal.bangkabaratkab.go.id).

Baca Juga:  Metatah, Tradisi Upacara Adat "Potong Gigi" di Bali

Tinggalkan Komentar