Gua Sunyaragi, Wisata Bersejarah di Cirebon

0
31

Gua Sunyaragi merupakan salah tampat wisata sejarah yang terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat. Bangunan mirip candi ini, selain disebut Gua Sunyaragi, biasanya juga disebut Taman Air Sunyaragi, atau  Tamansari Sunyaragi. Nama “Sunyaragi” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “sunya” yang artinya adalah sepi dan “ragi” yang berarti raga. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.

Gua Sunyaragi yang berdiri di area seluas 15 hektar ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dari tempat lain. Hal pertama yang akan anda jumpai disini adalah arsitektur bangunan dan pemandangannya yang sangat tidak biasa. Bentuk-bentuk dari bangunan dan gua yang ada di kawasan ini sangat menarik, seperti  gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Sedangkan bagian luar kompleks aku bermotif batu karang dan awan.

Meskipun fungsinya sering berubah-ubah, namun sejak zaman dahulu Sunyaragi adalah tempat para pembesar keraton dan para prajurit keraton bertapa dan meningkatkan ilmu kanuragannya. Bagian-bagiannya terbagi menjadi 12 bagian, yatu : bangsal jinem, goa pengawal, goa pandakemasang, goa simanyang, goa lengse, goa peteng, goa arga jumud, goa padang ati, kelanggengan, lawa, goa pawon, dan komplek mande kemasan.

Dilihat dari gaya atau corak dan motif-motif ragam rias yang muncul serta pola-pola bangunan yang beraneka ragam dapat disimpulkan bahwa gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan hasil dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam dan gaya Eropa. Namun, umumnya dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indonesia Klasik atau Hindu.

Gaya Indonesia klasik atau Hindu dapat terlihat pada beberapa bangunan berbentuk joglo. Gaya Cina terlihat pada ukiran bunga seperti bentuk bunga persik, bunga matahari dan bunga teratai. Di beberapa tempat, dulu Gua Sunyaragi dihiasi berbagai ornamen keramik Cina di bagian luarnya. Selain itu ada pula kuburan Cina, kuburan tersebut bukanlah kuburan dari seseorang keturunan Cina melainkan merupakan sejenis monumen yang berfungsi sebagai tempat berdoa para keturunan pengiring-pengiring dan pengawal-pengawal Putri Cina yang bernama Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.

Baca Juga:  Rujak Bebek, Rujak Tumbuk yang Maknyusss

Sebagai peninggalan keraton yang dipimpin oleh Sultan yang beragama Islam, gua Sunyaragi dilengkapi pula oleh pola-pola arsitektur bergaya Islam atau Timur Tengah. Misalnya, relung-relung pada dinding beberapa bangunan, tanda-tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau musholla. Sedangkan Gua Sunyaragi didirikan pada zaman penjajahan Belanda sehingga gaya arsitektur Belanda atau Eropa turut memengaruhi gaya arsitektur gua Sunyaragi.

Dari semua keunikan yang ada, ada satu mitos yang membuat Gua Sunyaragi lebih menarik, yaitu mitos mengenai sebuah patung yang bernama patung perawan sunti. Konon menurut masyarakat sekitar apabila seorang perempuan yang masih perawan memegang patung tersebut dia akan menjadi perawan tua.

Untuk fasilitas yang tersedia sudah cukup lengkap, mulai dari kios cinderamata, pusat informasi wisata, wc umum dan tempat parkir tersedia disana. Dan untuk tiket masuknya yaitu Rp. 2000,00 untuk orang dewasa dan anak-anak. Bagi anda yang berminat mengisi waktu luang dapat mencoba datang ke sini, selain kita dapat mempelajari sejarah kita pun dan menikmati panorama alam yang indah di sana. (ensiklopediaindonesia.com)

Tinggalkan Komentar