Jembatan Ampera, Ikon dan Kebanggaan Orang Palembang

0
51

Jembatan yang terletak di tengah-tengah kota Palembang ini sudah menjadi seperti lambang bagi kota Palembang. Jembatan ini menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh sungai Musi. Jembatan ini mempunyai panjang sekitar 1,117 m, dengan lebar jembatan sekitar 22 m, dan tinggi kurang lebih 11,5 m dari permukaan air. Jembatan Ampera memiliki dua menara yang masing-masing tingginya adalah 63 m Dari permukaan tanah.

Ketika pertama kali dibangun, bagian tengah badan jembatan dirancang bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai. Namun karena ketidakefisian waktu yang diperlukan ketika mengangkat badan jembatan karena menganggu transportasi di jembatan itu sendiri, maka turun naik jembatan itu sudak tidak dilakukan lagi. Bandul pemberat yang ada di tiang jembatan pun dilepas agar tidak membahayakan pengguna jembatan.

Jembatan ini mulai di bangun pada bulan April 1962 setelah mendapat persetujuan dari bapak Presiden RI. Awalnya jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno dan mulai resmi digunakan pada tahun 1965. Namun setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat)

Baca Juga:  Memburu Sunset Ratu Boko, Yogyakarta

Jika Anda ingin melihat Jembatan Ampera lebih dekat, jangan menggunakan kendaraan bermotor karena jika Anda berhenti di tengah jembatan, polisi akan memberikan tilang pada Anda. (ensiklopediaindonesia.com)

Tinggalkan Komentar