Siapakah di Balik Sosok Mukidi Sebenarnya?

0
860
Sumber Foto : sindonews

Beberapa hari terakhir, social media dan beberapa aplikasi messenger riuh membicarakan sosok yang bernama Mukidi. Pasalnya netizen cukup terhibur dengan selera humor yang ditawarkan Mukidi. Pencarian Mukidi di mesin pencari Google pun ramai. Bahkan saking ramainya nama Mukidi, salah satu merek kopi asal Temanggung yang kebetulan memiliki nama Mukidi juga ikut populer.

Lalu siapa sebenarnya sosok di balik Mukidi sebenarnya?

Adalah Soetantyo Moechlas, warga Banyumas, Jawa Tengah yang kini tengah berdomisili di Jatibening I Bekasi. Ia memaparkan bahwa awalnya humor-humor Mukidi ia biasa gunakan sebagai materi penyegaran dalam presentasi. Posisinya sebagai product manager mengharuskannya untuk sering melakukan presentasi. Agar suasana tidak tegang, ia sering memakai humor mukidi dalam presentasinya.

Hobi menulis cerita Mukidi bermula pada tahun 2000-an. Ketika itu ia masih menjadi trainer di salah satu perusahaan farmasi. Setiap pagi, ia kerap mengirimkan cerita-cerita lucu ke acara radio Idakrisna Show di Delta FM Jakarta. Cerita-ceritanya pun murni hasil kreasinya sendiri.

mukidi2

 Ketika ditanya mengapa menggunakan nama Mukidi, pria yang akrab dipanggil Yoyo tersebut mengaku memilih nama tersebut karena lantaran mudah diingat. Seperti nama Wakijan, Kabayan, Samijan dan lainnya yang menyimbolkan rakyat kecil.

Tokoh Mukidi sendiri kadang berganti karakter seperti sebagai remaja, pemuda, pelajar, dan dalam beberapa cerita, Mukidi diceritakan sebagai sosok suami. Asal Mukidi juga berpindah-pindah. Terkadang Mukidi diceritakan sebagai karakter berlogat banyumasan, Surabaya, Betawi, dan tidak jarang juga berlogat Madura. Karena itu, tidak heran orang-orang menyebut Mukidi sebagai perwakilan orang Indonesia.

Meskipun usianya sudah memasuki usia senja, namun semangatnya untuk berkarya tidak pernah pudar. Pria berputra satu inipun telah mengeluarkan buku hasil karyanya yang berjudul 30 Tahun Jadi Tukang Obat dan Laskar Pelawak.

Tinggalkan Komentar