Kopi Luwak, Legendary Coffee of Indonesia

0
28

Siapa yang mengira bahwa salah satu kopi paling mahal di dunia ini berasal dari Indonesia. Kopi luwak berasal dari biji buah kopi yang telah dimakan dan dikeluarkan oleh Luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Selain itu Nama ini juga digunakan untuk pemasaran kopi tersebut.
Produsen biji kopi berpendapat bahwa proses dapat meningkatkan kopi melalui dua mekanisme, seleksi dan pencernaan. Pertama dari luwak itu sendiri, ereka biasa memilih buah-buahan yang baik dan sudah masak. Luwak memiliki indra penciuman yang baik, sehingga mereka memilih biji-biji kopi itu dengan benar unuk menjadi makannnya. Dari sini lah kita bisa tahu bahwa biji kopi yang diambil luwak adalah biji kopi yang baik.
Untuk proses yang kedua adalah pencernaan. Dalam hal ini, luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan keras yang tidak dapat dicerna oleh lambungnya akan dibuah. Oleh karena itu biji kopi akan lewat dalam proses ini. Sebelum biji-biji kopi itu dikeluarkan bersama kotoran, biji-biji itu terlebih dahulu difermentasi didalam perut luwak.
Meskipun kopi luwak dalam pengolahannya tidak seperti kopi biasa pada umunya, namun kopi luwak telah disebut sebagai kopi termahal di dunia dengan harga eceran mencapai US $ 700 per kilogram. Kopi luwak diproduksi terutama di pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi di kepulauan Indonesia.
Asal-usul kopi luwak sangat berhubungan dengan sejarah produksi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18 Belanda mendirikan perkebunan kopi  di koloni mereka di Hindia Belanda Pulau Jawa dan Sumatera, termasuk kopi Arabika diperkenalkan dari Yaman. Selama era Cultuurstelsel (1830-1870), Belanda melarang petani pribumi dan pekerja perkebunan memetik buah kopi untuk mereka gunakan sendiri. Namun, para petani pribumi ingin merasakan minuman kopi terkenal. Penduduk asli belajar bahwa spesies tertentu musang atau luwak (Asian Palm Civet) mengkonsumsi buah kopi, namun mereka meninggalkan biji kopi tercerna dalam kotoran mereka. Penduduk pun mengumpulkan kotoran dari luwak tersebut dan memilah biji-biji kopi, kemudian dibersihkan dan dipanggang untuk membuat minuman kopi mereka sendiri. Ketenaran kopi luwak yang aromatik menyebar dari penduduk setempat kepada pemilik perkebunan tersebut dan menjadi favorit mereka, namun karena sifatnya kelangkaan dan proses yang tidak biasa, kopi luwak mahal bahkan di zaman colonial itu sendiri.
Untuk kehalalannya, kopi luwak boleh dikonsumsi oleh kaum muslim, asal sudah disucikan dan dibersihkan berhubung kopi luwak keluar bersama kotoran luwak yang notabenenya adalah najis. (Hkari/inloveindonesia.com)

Tinggalkan Komentar