5 Dolanan (Permainan) Anak Tradisional Indonesia

0
73

Dolanan atau permainan tradisional memang sudah semakin banyak ditinggalkan tergusur dengan permainan atau dolanan yang lebih modern, canggih atau berteknologi tinggi, sayang sekali memang, permainan yang tidak hanya mengandalkan ketangkasan tapi juga mengajarkan kebersamaan dan keakraban bersama teman-teman ini sudah semakin terkikis dan jarang dimainkan. Mesti punya aturan dan nama yang berbeda di setiap daerah, namun inti atau benang merah dari setiap jenis permainannya itu sama saja. Sedikit menilik ke masa kecil anda, berikut beberapa jenis dolanan atau permainan tradisional anak Indonesia jaman dahulu :

  • Layang-layang

a40e31f32ae024d61ed129cbf87b127e

Kalau layang-layang sepertinya sampai sekarang masih punya “nama” ya… masih banyak anak-anak bahkan orang dewasa yang memainkan dolanan yang aktivitasnya menerbangkan layang-layang tersebut ke langit. Layang-layang biasanya terbuat dari kertas khusus membuat layang-layang dengan kerangka terbuat dari bambu tipis lalu diterbangkan menggunakan benang layangan khusus. Bermain layang-layang banyaknya dilakukan saat musim kemarau, karena selain langit dan anginnya pas untuk kegiatan menerbangkan layang-layang juga minim resiko, akan berbahaya bila menerbangkan layang-layang ketika cuaca tak cerah, saking masih banyaknya peminat permainan ini, di beberapa daerah tertentu di Indonesia diadakan kompetisi atau festival layang-layang yang diadakan turin tahunan.

  • Petak Umpet

13735528531632979529

Permainan yang ini juga populer di luar negeri, kalau kita menyebutnya petak umpet, mereka menggunakan istilah hide and seek. Petak umpet adalah permainan sederhana dengan peraturan bersembunyi dan temukan, dimulai dengan hompimpa kemudian yang kalah harus mendapat giliran jaga (biasanya yang jaga disebut “kucing”), dalam hitungan tertentu yang telah disepakati si “kucing” ini harus menutup mata tidak boleh mengintip dan membiarkan teman-temannya mencari tempat persembunyian, setelah selesai menghitung barulah ia bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi. Serunya dari permainan ini adalah saat yang bertugas jaga harus berkeliling mencari teman-teman yang bersembunyi ia harus meninggalkan tempatnya (biasanya berupa pohon, tembok, tiang, dll), namun jika tempat tersebut disentuh teman lain yang keluar dari persembunyian tanpa ketahuan, maka batallah teman-teman lain yang sudah kena, artinya ia harus mengulang jaga lagi, teman-teman yang sudah ketemu boleh bersembunyi lagi, permainan selesai setelah semua anggota permainan ditemukan, dan yang ketemu pertama yang mendapat giliran jaga selanjutnya atau ketika semua sudah ketemu, mereka harus berdiri berbaris membelakangi si penjaga yang menutup mata dan menyebutkan nomor tertentu untuk memilih penjaga selanjutnya.

  • Kelereng
Baca Juga:  Wisata “Petik Sendiri Strawberrymu” di Ciwidey, Jawa Barat

bermain-kelereng

Bermain kelereng dikenal juga dengan bermain gundu, kelereng adalah sebuah alat permainan kecil berbentuk bulat yang terbat dari kaca. Kelereng umumnya dimainkan oleh anak laki-laki, anggotanya biasanya 3 , 4, 6 orang atau tak terbatas. Permainan ini memakai sistem berbayar dan ada dua tipe caranya, misalnya yang bermain dua orang, masing-masing harus menaruh 2 biji kelereng di lingkaran berdiameter kecil, makin besar diameter lingkaran yang dibuat semakin banyak biji kelereng yang harus dipasang, kalau tipe satu lagi permainan tipe lubang, tanpa bayar, biasanya hanya memperlihatkan keahlian masing-masing pemain saja. Peserta membuat lubang berdiameter 3-5 cm, lalu peserta harus membidik biji kelereng dari jarak tertentu, yang paling dekat dgn garis kelerengnya, dialah yang dapat giliran pertama dan kemudian lanjutkan dengan melempar ke arah lubang secara bergantian. Orang Betawi menyebutnya main gundu, di pulau jawa dikenal dengan istilah neker, kalau masyarakat sunda mengenalnya dengan istilah kaleci.

  • Congklak

congklak

Kalau yang ini biasanya permainan anak perempuan, meski anak laki-lakipun boleh saja memainkannya. Ada sejenis wadah atau papan congklak untuk menaruh biji congklak yang biasanya terbuat dari cangkang kerang / keong atau biji-bijian tumbuhan. Permainan ini butuh dua orang untuk memainkannya, pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri dari 2 lubang besar dan 14 kecil. Setiap 7 lubang diisi masing-masing pemain dan lubang besar bagian kanan pemain dianggap miliknya. Tiap-tiap biji kerang diisi ke cekungan papan sampai habis begitu seterusnya, Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lubang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji paling banyak jumlahnya.

  • Bentengan / Benteng
Baca Juga:  Komplek Rumah Dome, Yogyakarta

bentengan04

Permainan ini dimainkan oleh sejumlah anak (4-8 orang) yang dibagi dalam dua kelompok, setiap kelompok punya markas atau benteng biasanya berupa tiang. Tujuan utama permainan ini adalah menyerang lawan dan menguasai benteng dengan menyentuh tiang / pilar benteng lawan sambil berteriak benteng! Kemenangan juga bisa diraih dengan “menawan” seluruh anggota lawan dengan berkejaran serta menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi “penawan”, ditentukan dari siapa yang paling akhir menyentuh “benteng” mereka. (Arisca Meir/inloveindonesia.com) (Foto: anjangpranata.blogspot.com; sosbud.kompasiana.com; karawanginfo.com; wenioktavia.blogspot.com; gedoor.com)

Tinggalkan Komentar