Mengungkap Letusan Gunung Kelud 13 Februari 2014

0
264
Foto : koran.tempo.co

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Letusan Gunung Kelud bahkan dinyatakan kekuatannya dua kali kekuatan letusan Merapi. Bahkan Kelud mampu memuntahkan material sebesar lebih dari 100 juta meter kubik dalam sekali letusan, setara yang dikeluarkan Gunung Merapi selama satu bulan, seperti yang diungkapkan Dr. Surono.

Gunung Kelud Meletus tentunya mengagetkan. Ya karena tahun 2007 lalu Gunung ini pernah dinyatakan AWAS sampai mengkhawatirkan namun ternyata letusannya tidak seperti letusan sebelumnya.  Perubahan-perubahan perilaku gunung ini memang harus diketahui oleh para ahli. Terutama untuk memperkirakan seperti apa letusan yang bakal terjadi supaya diantisipasi dampak dan bagaimana menghindarinya.

Foto : nationalgeographic.grid.id

Pasca 2007, Gunung Kelud yang sebelumnya memiliki “danau terisi air” dipuncaknya, ternyata telah berubah. Pola perubahannya dapat dilihat secara sederhana  seperti dibawah ini. Letusan kelud 2007 tidak menimbulkan letusan besar eksplosive. Hanya mengangkat magma hingga membentuk kubah yang menutup danau.

Aktivitas gunung ini meningkat pada akhir September 2007 dan masih terus berlanjut hingga November tahun 2007, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh. Status “awas” (tertinggi) dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang mengharuskan pengungsian penduduk dalam radius 10 km dari gunung (lebih kurang 135.000 jiwa) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun, disyukuri letusan explosive tidak terjadi.

Setelah sempat agak mereda, aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007 sekitar pukul 16.00 suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius, jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak. Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar (lebih dari 35mm) menyebabkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.

Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus “tumbuh” hingga berukuran selebar 100 m. Para ahli vulkanologi menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.

Danau kawah Gunung Kelud praktis “hilang” karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava. Sumbat ini terodorong oleh aktifitas magma tahun 2014 yang menyebabkan kerasnya dentuman yang terdengan hingga di Yogyakarta pada jarak 200 Km dari puncak gunung kelud.

PERHATIKAN DAN IKUTI PETUNJUK PVMBG !

Dengan mengetahui bahwa gunung api itu berbeda-beda dan berubah-ubah, perlu dimengerti oleh masyarakat sekitar gunungapi. Sehingga masyarakat HARUS menikuti petunjuk petugas. juga perlu harihati dengan beredarnya issue-issue serta HOAX yang membuat panik. Informasi resmi tentang situasi status (letusan) gunungapi HANYA DARI PVMBG (pusat volkanologi dan mitigasi bencana geologi), bukan dari BMKG ataupun BNPB juga bukan lembaga pemerintah yang lain.

Tinggalkan Komentar