Sang Jawara Pemahat Salju dari Negeri Tanpa Salju

0
36

Biarpun tiada salju yang menghujani Indonesia, tetapi pahatan 4 putra bangsa berhasil mengangkat Indonesia ke puncak ketiga. Baru sebulan yang lalu ‘Garuda’, karya Tim Indonesia berhasil meraih juara ketiga di Harbin International Snow Sculpture Competition 2013, China. Kini, bersama ‘Balinese Dancer’ mereka kembali mempersembahkan trofi juara ketiga untuk Indonesia di Sapporo Snow Festival 2013, Jepang.
Semangat Tim Indonesia benar-benar luar biasa, tahun ini, bersama ketua rombongan Agustono Gentari mampu mengangkat Merah Putih ke puncak ketiga sebanyak dua kali, padahal pada tahun 2013, mereka baru menginjak bulan kedua. Mereka adalah Sapto Hudoyo, Frans Sigar, I Ketut Kaler, dan I Nyoman Sungada. Meski hanya bertiga ketika menaklukkan salju di Sapporo Snow Festival 2013, juara ketiga mutlak menjadi milik Indonesia.
Kontes pahat salju ini diikuti oleh 11 peserta dari berbagai negara, seperti Swedia, Finlandia, Thailand, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Posisi juara pertama dan kedua tahun ini diraih oleh tim dari Thailand dan Finlandia.
International Snow Sculpture Contest merupakan bagian dari Festival Salju Sapporo, yang telah dilaksanakan sejak 1950. Dalam 4 tahun terakhir, festival salju yang berlangsung 7 hari ini menarik perhatian lebih dari dua juta pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun domestik Jepang.
Selama di Sapporo, tiga orang pemahat juga menambah perjuangan mereka untuk melawan cuaca beku dan bahkan badai salju, terutama ketika menjelang hari terakhir kontes.
Pada tahun 2011, tim Indonesia meraih posisi ke-5 dengan pahatan berjudul “Bimasena”, sedangkan pahatan wanita menenun kain Cual pada tahun 2012 membawa tim Indonesia pada posisi ke-6. (Hikari/inloveindonesia.com)

Baca Juga:  Gamal Albinsaid, Dokter Yang Sukses Karena Dibayar Sampah

Tinggalkan Komentar