Kentongan, Alat Jadul Pemersatu Masyarakat

0
143

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Kentongan, alat yang terbuat dari batang bambu atau kayu ini, mungkin bagi anak-anak muda jaman sekarang sudah asing dengan benda ini, bahkan beberapa dari mereka sama sekali tidak mengenal salah satu benda penting bagi masyarakat Indonesia sebelum alat komunikasi modern hadir. Meski hingga kini kentongan masih tetap bertahan, namun penggunaannya tak segencar dahulu.

Kentongan sangat multi fungsi, selain sebagai panggilan jika ada maling, bencana kebakaran, alat tradisional ini juga menjadi alat pemanggil berkumpul dalam mengajak masyarakat bergotong royong dan mengikuti pertemuan di dilokasi tertentu. Dengan irama tertentu, maka masyarakat akan paham informasi yang disampaikan. Di beberapa daerah, beberapa poskamling  juga dilengkapi dengan kentongan beserta sandinya.

Kentongan memiliki sejarah yang cukup panjang, namun dengan berbagai latar belakang sejarah yang berbeda, fungsi awal kentongan tetap sebagai alat komunikasi bagi masyarakat. Menurut legenda Cheng Ho dari China, kentongan digunakan sebagai alat komunikasi ritual keagamaan. Sedangkan bagi kerajaan di Nusa Tenggara Barat dan Majapahit, kentongan digunakan sebagai pengumpul warga.

Kentongan dengan bahan pembuatan dan ukurannya yang khas dapat dijadikan barang koleksi peninggalan masa lalu yang dapat dipelihara untuk meningkatkan pemasukan negara. Selain itu, kentongan merupakan peninggalan asli bangsa Indonesia dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Perawatannya juga sederhana, tanpa memerlukan tindakan-tindakan khusus.

Kentongan masih banyak kita temui dalam masyarakat modern, namun fungsi kentongan sebagai alat komunikasi tradisional memiliki sejumlah kekurangan yang menyebabkan tergesernya kentongan tersebut dengan teknologi modern. Kegunaan kentongan yang sederhana dan jangkauan suara yang sempit menyebabkan kentongan tidak menjadi alat komunikasi utama dalam dunia modern ini.
Meskipun komunikasi modern mulai menggeser pemakain kentongan dengan alat-alat canggih lainnya, namun kentongan belum mampu tergantikan di dusun-dusun yang masih menjadikan alat ini sebagai sarana pemanggil dan pemersatu masyarakat yang efektif.

Tinggalkan Komentar