Fakta Mengenai Pneumonia, Penyakit yang Diderita Pelatih Juventus

0
107
Foto: scroll.in

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Maurizio Sarri baru saja didiagnosa menderita penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh pihak klub. Pelatih Juventus ini jatuh sakit dan diharuskan untuk menjalani perawatan di rumah sakit.
Pria berusia 60 tahun ini memang dikenal sebagai orang yang tidak bisa lepas dari rokok. Bahkan, dia mengaku jika dia merokok 60 batang setiap hari.
Lalu, apa itu pneumonia? Apa saja penyebab pneumonia dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengetahui secara lanjut, berikut fakta-fakta mengenai pneumonia yang patut Anda ketahui.

Definisi Pneumonia

fakta mengenai pneumonia
Foto: medicalnewstoday.com

Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru. Infeksi yang ditimbulkan oleh penyakit ini bisa terjadi pada salah satu sisi paru-paru ataupun keduanya. Kantung udara yang terinfeksi ini akan terisi oleh cairan ataupun dahak purulen (pus). Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan istilah paru-paru basah.
Dengan kata lain, paru-paru penderita pneumonia terisi dengan dahak atau nanah, sehingga mengganggu pengiriman oksigen dalam tubuh. Alveoli yang berisi cairan ini yang membuat penderitanya batuk berdahak atau bernanah, kedinginan, demam, dan kesulitan bernapas.
Penyebab Pneumonia
Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari bakteri, jamur, virus, dan juga organism mirip bakteri. Pneumonia atau radang paru-paru ini juga bisa diderita jika seseorang menghirup minuman, makanan, muntahan, atau air liur dan masuk ke dalam paru-paru.
Tidak hanya itu, pneumonia juga bisa diderita oleh orang yang baru saja dari rumah sakit karena penyakit lain. Pneumonia yang diderita setelah dari rumah sakit dapat menjadi serius karena bakteri yang menyebabkannya sudah kebal terhadap antibiotik.
Rokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyait ini. Hal ini dikarenakan rokok dapat merusak sistem pertahanan tubuh yang berfungsi melawan bakteri dan virus penyebab pneumonia.

Gejala-Gejala Pneumonia

Tanda-tanda atau gejala dari pneumonia sendiri bervariasi, mulai dari yang ringan sampai yang parah. Hal ini bergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi, umur penderita, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gejala yang ringan terkadang mirip dengan flu atau pilek, namun bertahan lebih lama.
Berikut beberapa gejala pneumonia yang sebaiknya diawasi:
– Batuk berdahak.
– Nyeri dada saat batuk atau bernapas.
– Mudah merasa lelah.
– Demam dan menggigil.
– Sesak napas.
– Mual dan muntah.
– Gangguan pada kesadaran (terutama jika pengidap berumur lebih dari 65 tahun).
– Pengidap yang berusia lebih dari 65 tahun dan mempunyai gangguan sistem imun umumnya mengalami hipotermia.

Pengobatan Pneumonia

Pengobatan dan penanganan untuk penyakit pneumonia dilakukan dengan mengatasi infeksi yang terjadi dan memberikan terapi suportif. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi hingga habis jika infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri. Terapi suportif sendiri bisa berupa obat demam dan obat batuk.
Obat demam berfungsi untuk meredakan demam tinggi, dan pemberian obat batuk bertujuan untuk mengurangi frekuensi batuk serta mencairkan dahak yang tidak bisa keluar.
Jika penderita mengalami beberapa kondisi seperti usia di atas 65 tahun, gangguan kesadaran, fungsi ginjal tidak baik, tekanan darah sangat rendah, suhu tubuh di bawah normal, dan napas sangat cepat maka dianjurkan untuk rawat inap.

Pencegahan Pneumonia

Penyakit ini dapat dicegah melalui beberapa upaya, seperti vaksinansi, menjaga kebersihan diri, tidak merokok, dan menjaga imunitas tubuh tetap baik dengan cara mengonsumis makanan yang sehat dan rajin berolahraga.

Itu dia berbagai fakta mengenai pneumonia atau yang sering disebut dengan radang paru-paru. Dengan mengetahui penyebab, gejala, dan pencegahannya, diharapkan kita bisa terhindar dari penyakit ini.

Tinggalkan Komentar