Museum Rumah Budaya Tembi

0
182

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan propinsi paling kecil yang berada di Pulau Jawa, tepat di tengah ujung selatan pulau ini banyak menyimpan potensi wisata baik budaya, alam dan minat khusus. Sebagai salah satu soko guru kebudayaan jawa kota Yogyakarta dan sekitarnya banyak menyimpan jejak-jejak sejarah kebudayaan Jawa. Salah satunya adalah Desa Tembi, pada masa lalu, dusun Tembi merupakan tempat abdi dalem katemben yang tugasnya menyusui anak-anak dan kerabat raja. Barangkali, itulah sebabnya desa ini disebut desa Tembi. Berkat latar belakang itu pula, hingga sekarang masih saja ada semacam kepercayaan bahwa dengan berkunjung ke Tembi, seseorang bisa mendapatkan kemuliaan bak keluarga raja tempo dulu.
Kampung Tembi merupakan salah satu dari kawasan Kampoeng Kerajinan Gabusan-Manding-Tembi (GMT) Bantul yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 31 Agustus 2007. Sebagai kampung Wisata, selain menyediakan paket pembuatan aneka kerajinan; di kampung Tembi juga disediakan paket wisata kuliner tradisional; wisata keliling kawasan GMT (Gabusan-Manding-Tembi) dengan mengendarai becak, andong, atau kereta mini; serta paket wisata bertani, termasuk memandikan kerbau; dan paket wisata outbound. Semua paket wisata ini bersifat fleksibel, misalnya bisa digabungkan dalam bentuk wisata seharian dan malamnya menginap di Omah Wirobrojo. Museum Rumah Budaya Tembi atau Tembi House of Culture, merupakan sebuah museum yang mengkhususkan pada kebudayaan jawa, khususnya kebudayaan jawa yang berada di desa Tembi. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB. Luas bangunan utama museum ini seluas 212m2, luas seluruh bangunan ini adalah 1057m2, dan menempati tanah seluas 3500m2.
Museum Rumah Budaya Tembi memiliki koleksi yang cukup variatif, koleksi yang tedapat di museum ini yaitu, peralatan tradisional masyarakat jawa seperti peralatan dapur (tungku, dandang), persenjataan masyarakat jawa (keris, tombak), peralatan untuk bertani (bajak), peralatan seni (gamelan, batik). Tak ketinggalan pula koleksi peninggalan berupa foto-foto jaman dahulu, poster kuno, sepeda maupun sepeda motor kuno, bahkan perpustakaannya memiliki koleksi naskah hingga mencapai kurang lebih 5000 buah. Fasilitas lain yang tersedia di Museum Rumah Budaya Tembi, terdapat ruang pameran, meeting room, tempat penginapan, restauran, kolam renang, dan pendopo yang lengkap dengan satu set gamelan. Museum juga menyediakan jasa guide yang akan siap memandu dan juga menjawab setiap pertanyaan tentang Rumah Budaya Tembi. Tersedia juga fasilitas antar jemput bagi pengunjung yang menginap dari bandara atau malioboro ke Rumah Budaya Tembi.
Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan adalah pertunjukan tarian nasional dari Sabang sampai Merauke. Pertunjukan wayang juga rutin dipertunjukan di pendopo Rumah Budaaya Tembi dengan dalang lokal yang berdomisili di daerah Bantul. Kegiatan tradisional juga menjadi salah satu paket kunjungan museum. Kegiatan tradisional tersebut meliputi membajak sawah dengan sapi, membatik, bermain gamelan, dll.
Untuk mengunjungi museum ini, tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Pendanaan museum ini diambil dari dana pribadi pemilik museum dan para kolektor yang menitipkan koleksinya di museum tersebut. Sumber dana yang lain didapat dari restaurant, penyewaan homestay, meeting room, galeri. Pendopo juga disewakan untuk acara-acara khusus seperti ulang tahun dan pernikahan, yang dapat menjadi salah satu sumber dana yang lain. Di dalam pengurusan museum, dibagi dua manajemen antara museum dan penginapan. Namun, dalam pengelolaan segala fasilitas yang ada di Yayasan Rumah Budaya Tembi, tidak terjadi ketidakteraturan. Hal ini karena setiap divisi memiliki pengawasnya masing-masing. Jadi, pengurus museum berbeda dengan pengurus penginapan. Namun, di antara mereka tetap ada kerjasama dan kekompakan.
Setiap pegawai maupun staf yang ada di Rumah Budaya Tembi sangat kompeten di bidangnya. Misalnya tour guide. Mereka tidak hanya tahu tentang Rumah Budaya Tembi, namun, benar-benar memahami seluk beluk kebudayaan jawa. Seperti cara berdiri, tutur kata, menyambut tamu, dll. Dalam kegiatan pemasaran, museum ini mempunyai kerjasama dengan sebuah instansi di Jakarta. Begitu pula di internet. Museum ini mempunyai domain sendiri dengan alamat www.tembi.org, yang tidak hanya memuat seputar museum saja, namun juga tentang segala aktifitas kebudayaan Jawa yang terjadi di sekitaran Jogjakarta. Museum ini juga pernah masuk ke dalam sebuah acara televisi, yang meliput tentang masakan khasnya, yaitu masakan Jawa yang mereka dapat dari sebuah tulisan Jawa Kuno, yaitu serat centini.
(sumber: kotajogja.com foto: panoramapariwisata.com )

Tinggalkan Komentar