Kain Tapis Khas Lampung

0
444

Jika di Jawa kita mengenal batik, di Sumatera kita mengenal ulos di Flores kita mengenal tenun, maka di Lampung kita akan berkenalan dengan kain Tapis. Dilansir dari Wikipedia.com, Kain Tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupan baik terhadap lingkungannya maupun sang pencipta alam semesta. Sejarah tapis sudah ada sekitar abad ke 12-13. Bahkan, diyakini sejak zaman prasejarah.

Kain tapis ini biasannya digunakan pada bagian pinggang kebawah berbentuk sarung. Kain tapis terbuat dari tenun benang dengan motif atau hiasan bahan sudi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam. Bahan yang digunakan adalah kain sanwos atau tenun, benang katun dan benang emas atau perak, pembidang. Alam, flora dan fauna merupakan motif yang selalu digali oleh para pencipta tapis tradisional Lampung sehingga satu nama tapis bisa berwijud dalam aneka motif. Tapis Cucuk Andak, misalnya, bisa terdiri atas berbagai motif. Masing-masing memiliki keunikan dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi.

Kain tapis masih dibuat secara tradisional, satu helai kain tapis biasannya membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu, tergantung kerumitan motif, proporsi penggunaan benang benang emas serta ukuran kain. Tak heran jika harga kain tapis lebih mahal.

Penggunaan kain tapis juga tidak sembarangan, tergantung siapa yang menggunakan dan acara yang di gelar. Kain tapis juga dibagi berdasarkan asal pemakaiannya. Mulai dari kain tapis Pesisir, Pubian Telu Suku, Sungai Way Kanan, Tulang Bawang Mego Pak, Abung Siwo Mega danlainnya, di daerah Lampung Utara kain tapis ini dipakai oleh pengantin wanita dalam upacara perkawinan adat dan juga bisa dipakai oleh ibu-ibu pengiring pengantin.

Tinggalkan Komentar