Taman Ayun, Menikmati Wisata Budaya di Bali

0
436
kintamani.id

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Satu lagi obyek wisata menarik yang ada di Pulau Dewata, Bali, Pulau Ayun adalah obyek wisata budaya yang terletak di desa Mengwi, Kabupaten Badung, kalau dari kota Denpasar untuk bisa sampai kesini jaraknya berkisar 20km ke arah Utara, anda cukup melintasi jalur Denpasar-Gilimanuk atau lewat jalur Abiansemal yang hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit saja. Di Taman Ayun ini anda akan menyaksikan sisa-sisa peninggalan sejarah dari kerajaan Mengwi di masa lampau yang bentuknya menyerupai tempat peristirahatan dan di setting bagai taman rekreasi yang juga difungsikan sebagai tempat persembahan umat Hindu yakni Pura Taman Ayun.

Lingkungan Taman Ayun dulunya lingkungan kerajaan yang sudah ada sejak tahun 1634, di taman ini ada tiga halaman yang memiliki tumbuhan hijau, rerumputan serta tanaman yag ditata dan terpelihara dengan baik, area taman ini juga punya kolam dengan bunga teratai mengelilinginya, juga dihiasi barisan Maru, Paibon, dan Padmasana Singgasana Sang Hyang Tri Murti.

Di lingkungan Taman Ayun terdapat sebuah museum yang namanya Museum Manusa Yadnya yaitu museum perihal upacara manusia atau kemanusiaan, di museum ini anda bisa melihat upacara kemanusiaan sejak ia masih dalam kansungan hingga akhir tutup usia dan mayatnya dikremasi melalui upacara Ngaben. Taman Ayun ditata dengan teknik pertamanan tradisional Bali yang unik dan menarik, seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa taman ini memiliki tiga bagian yang dinamai Nista Mandala, Madya Mandala, dan bagian inti Utama Mandala, di bagian luarterdapat sungai buatan yang mengelilingi Taman Ayun dengan ukuran lebar sekitar 5m, di bagian dalam anda akan dibuat terpesona dengan taman yang indah dengan air mancur serta patung-patung mengelilinginya.

Ada juga bale pertunjukkan dengan panggung kecil berukuran 10×5 meter, ada juga Kukul yang merupakan genta raksasa setinggi 1 meter yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada penduduk sekitar dengan cara tradisional, anda bisa menyaksikan area taman lebih luas dari atas Bale Kukul dengan ketinggian mencapai 15 meter, kunjungi pula Bale Daja sedangkan Utama Mandala yang memiliki ukuran 20×20 meter tidak boleh dimasuki pengunjung, anda tidak diperkenankan memasuki area ini katena bagian inti ini merupakan tempat Padmasana Singgasana Sang Hyang Tri Murthi yang dipakai sebagai tempat pemujaan yang berdampingan dengan 50 Meru an paibon, meru sendiri yaitu tempat dimana setiap umat Hindu meletakkan sesajen ketika bersembahyang.

Di bagian barat taman terdaoat bangunan yang bernama Wisata Mandala yang dilengkapi fasilitas khusus pengunjung / wisatawan dengan bar dan restoran di dalamnya, terdapat pula warung-warung yang menjual makanan dan minuman di bagian selatan taman ini. Tiket masuk relatif terjangkau, hanya kisaran Rp. 5000-10.000,- saja plus area parkir yang memadai.

Tinggalkan Komentar