Menyaksikan Aktifitas Habitat Kera di Objek Wisata Sangeh Bali

0
66
Foto : ihategreenjello.com

ENSIKLOPEDIAINDONESIA.COM – Obyek Wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung merupkan obyek wisata terkenal yang juga tak pernah sepi pengunjung. Dari kota Denpasar, anda hanya butuh waktu sekitar 40-50 menit untuk bisa sampai Sangeh. Sangeh terkenal dengan habitat keranya yang memang banyak terhitung sampai 700 ekor jenis kera abu-abu, selain itu Sangeh adalah kawasan hutan lindung yang memiliki luas hingga 14 hektar, hutan lindung ini diisi dan ditumbuhi oleh pepohonan besar seperti misalnya pohon-pohon pala yang rata-rata tingginya sampai 50 meter.

Tiket masuk area ini terbilang cukup terjangkau, kisaran Rp. 5000 – 10.000,- / orang, ada juga jasa pemandu yang akan mendampingi anda selama berekreasi ke area ini. Jangan lupa perhatikan petunjuk yang harus anda patuhi sebelum memasuki area obyek wisata Sangeh yang diantaranya berbunyi hati-hati dengan barang bawaan anda, berpakaian sopan dan rapi, serta dilarang mengganggu kera, karena tak jarang binatang-binatang disini iseng dan mencuri barang bawaan anda.

Di sekitar area parkir banyak penjual yang menyediakan kacang atau jagung yag bisa anda beli sebelum masuk ke area taman wisata, ya…wisatawan memang dianjurkan untuk membeli makanan untuk kera ketika singgah di Sangeh. Pintu masuk kawasan ini bentuknya seperti arca, namanya candi bentar (pintu gerbang), terdapat patung ksatria raksasa yang konon adalah simbol Kumbakarna yang sedang dikeroyok puluhan kera, patung ini menggambarkan kisah perwayangan Ramayana yang terkenal dalam masyarakat Bali. Di sekitar patung Kumbakarna ada dua patung singa yang salah satunya seperti sedang mengasuh seekor anak kera. Dari gerbang, anda harus menyusuri jalan sepanjang kurang lebih 200 meter menuju hutan pala yang sisi-sisinya dibangun tembokberbahan batu kali dan disusun acak tak beraturan.

Baca Juga:  Dataran Tinggi Gayo, Negeri Kopi Dari Aceh

Ada sebuah pura di area hutan, namanya Pura Melanting juga Pura Pucak Sari, di pelataran pura banyak terdapat kera-kera yang kerap sedang bermain-main, penduduk setempat mempercayai kera-kera Sangeh merupakan duwe atau milik / kepunyaan dewa yang melindungi kawasan tersebut. Di dekat jalan keluar terdapat pohon besar yang dikeramatkan, pohon tersebut diberi nama Pohon Lanang Wadon, disebut demikian sebab pohon ini berbentuk menyerupai alat kelamin pria dan wanita yang bersebelahan. Sebelum pulang jangan lupa membeli souvenir untuk kenang-kenangan yang banyak dijual di sekitar kawasan obyek wisata Sangeh.

Tinggalkan Komentar